Review: DJI Inspire 2

Posted By: Admin Bursadrone Di: News & info On: Tuesday, April 25, 2017 Views: 1161

Inspire 2 merupakan kategori drone besar. Inspire 2 hanya didukung dengan 4 rotor, maka Inspire 2 lebih kecil dibandingkan kompetitornya yaitu Yuneec Tornado H920. Dimensi pesawat sedikit berubah karena posisi dari landing gear. Ketika lepas landas jarak antara masing-masing motor sekitar 1.2 kaki. Merubah ke mode travel, yang memungkinkan anda untuk memuat drone pada carrying case, melebarkan kakinya , secara bersamaan akan mengurangi tinggi. Tanpa kamera terinstal beratnya sekitar 7.3 pounds.

Design

Inspire 2 merupakan kategori drone besar. Inspire 2 hanya didukung dengan 4 rotor, maka Inspire 2 lebih kecil dibandingkan kompetitornya yaitu Yuneec Tornado H920. Dimensi pesawat sedikit berubah karena posisi dari landing gear. Ketika lepas landas jarak antara masing-masing motor sekitar 1.2 kaki. Merubah ke mode travel, yang memungkinkan anda untuk memuat drone pada carrying case, melebarkan kakinya , secara bersamaan akan mengurangi tinggi. Tanpa kamera terinstal beratnya sekitar 7.3 pounds.

Landing gear pada Inspire 2 memblok tampilan kiri dan kanan kamera ketika inspire 2 berada di tanah, tetapi akan terbuka ketika inspire mulai mengudara, kamera bisa melihat ke kiri, kanan, belakang, dan ke arah manapun tanpa halangan. Badan pesawat terbuat dari campuran magnesium, berbeda dengan plastik yang melindungi bagian internal inspire 1. Landing gearnya tetap mempertahankan  bahan serat karbon.

Inspire memiliki kamera built-in tetap yang menghadap ke depan. Kamera tersebut distabilkan dengan gimbal 2 axis, kamera ini bertujuan untuk menyediakan video tampilan depan untuk pilot setiap waktu. Kamera ini terletak di depan, di antara sensor hambatan depan. Kamera sesungguhnya yang digunakan untuk merekam video menggantung di bawah awak dan distabilkan dengan menggunakan gimbal 3 axis.

Inspire 2 menggunakan 2 opsi kamera. Kamera pertama yaitu Zenmuse X4S, yang dihargai sekitar 8 jutaan. Zenmuse X4S memiliki sensor gambar 1-inch 20MP, lensa 24mm f/2.8, dan shutter kamera mekanik terintegrasi seperti yang digunakan oleh Phantom 4 Pro. Memiliki bidang pandang tetap yang mencakup sudut yang sama seperti kamera full frame dengan lensa 24mm.

Inspire 2 didukung oleh 2 remot kontrol, satu remot untuk untuk pilot dan satu lagi untuk operator kamera. Tidak seperti Phantom 4 Pro, remot kontrol milik inspire tidak memiliki display/tablet terintegrasi. Semua video, baik dari kamera depan dan juga kamera Zenmuse, dikirim pada siaran yang sama, maka kedua operator harus berada pada jarak setidaknya 328 kaki (100 meter) dari satu sama lain ketika mengoperasikannya secara bersamaan. Hanya satu remot yang termasuk dalam paket penjualan, maka Anda harus membeli satu lagi jika ingin mengontrol penerbangan dan kamera secara terpisah.

Aircraft I2 memiliki banyak fitur lebih. Dual Inertial Measurement Units (IMUs) dan barometer, dan sistem transmisi penerbangan memiliki jalur komunikasi cadangan jika rencana utama gagal saat penerbangan. Ditambah lagi, I2 memiliki 2 baterai sehingga Anda dapat membawanya mendarat jika baterai habis dan menggantinya. Pengisi daya bawaan dapat mengisi 4 baterai sekaligus, yang akan sangat membantu jika Anda membeli ekstra baterai. Baterainya dapat memanas dengan sendirinya, dan dapat beroperasi pada suhu serendah -4 Farenheit ( -20 derajat Celcius). Pesawat tak berawak dapat dioperasikan di daerah yang tinggi di atas permukaan laut-batas tertinggi adalah 16.400 kaki (5000m).

 Inspire 2

I2 juga mendukung untuk TapFly, seperti pada Phantom 4 dan Mavic Pro. Kamera depan tetap digunakan di sini, sehingga Anda dapat mengirim pesawat tak berawak terbang dalam arah tertentu ketika merekam cuplikan dari sudut yang lain.

Ada juga Active Track, yang mengenali dan mengikuti subjek yang bergerak di tanah, sebaik seperti mode penerbangan Orbit dan Waypoint, yang semuanya menggunakan sistem penghindar objek.

Inspire 2 menggunakan aplikasi penerbangan yang berbeda dari drone DJI sebelumnya. Anda perlu untuk mendownload aplikasi DJI Go 4 ke perangkat Android atau iOS Anda untuk mengontrol I2. Aplikasi baru ini dapat mengimpor log penerbangan, jika Anda menyinkronkannya dengan aplikasi DJI Go versi sebelumnya. Aplikasi yang baru juga mendukung untuk beberapa model baru lainnya – seperti Phantom 4, Phantom 4 Pro dan Mavic Pro. Ini merupakan hal menarik, bahwa DJI memilih mengganti aplikasi ke versi terbaru. Kecuali beberapa perubahan pada antarmukanya, aplikasi DJI Go yang baru terlihat mirip dengan aplikasi DJI Go yang lama.

Aplikasinya menampilkan gambar dari kamera secara langsung, sehingga Anda dapat mengontrol pengaturan video dan fotografi, secara otomatis menyimpan log penerbangan dan termasuk video editor dasar dan integrasi dengan jejaring sosial SkyPixel. Anda masih menggunakan remot untuk mengendalikan pergerakan aircraft, menggunakan stick sebelah kiri untuk ketinggian dan mengoleng, dan sebelah kanan untuk berpindah tempat. Anda dapat menggunakan TapFly pada I2 yang memungkinkan Anda mengendalikan aircraft dengan mengetuk titik pada layar smartphone Anda dan I2 akan bergerak ke titik tersebut.

Pilihan Kamera

Kami menggunakan kamera premium Zenmuse X5S untuk review. Kamera kecil Micro Four Thirds mendukung untuk penggantian lensa, merekam video dengan kualitas hingga 5.2K dalam CinemaDNG dan menangkap gambar 20MP dalam format DNG dan JPG. Ini jauh lebih kecil dibandingkan kamera CGO4 milik Yuneec H920. Dan tidak seperti H920 yang memiliki mount lensa tersembunyi, Anda dapat menggunakan lensa pihak ketiga menggunakan adapter mekanik selama lensanya kecil dan cukup ringan dan tidak terlalu banyak tekanan pada gimbal yang menstabilkan. Lensa 15mm f / 1.7 yang disertakan ini, tampaknya merupakan versi bermerek DJI dari Panasonic Lumix G Leica DG Summilux 15mm f / 1.7.

Tambahan untuk kamera dan lensa, paketnya sudah termasuk lisensi software yang akan Anda butuhkan untuk merekam dalam CinemaDNG dan Apple ProRes. Memori 16GB juga disertakan, tetapi bukan SSD, dimana SSD dibutuhkan untuk format kelas tinggi. Untuk itu jika Anda membutuhkannya Anda dapat membelinya, tersedia kapasitas 120GB, 240GB, atau 480GB dan Anda akan membutuhkan CineSSD station juga untuk memindah rekaman ke komputer.

Performa

Inspire 2 adalah pesawat drone premium yang memberikan performa premium. Log penerbangan saya menunjukkan bahwa kecepatan pada mode standar adalah sekitar 40mph dan mencapai 69mph pada mode Sport. Anda akan membutuhkan area yang luas dan tanpa hambatan untuk menerbangkan I2 secara aman pada mode Sport, bagaimanapun mode ini menonaktifkan sistem penghindar hambatan dan memerlukan ruang ekstra untuk menghentikannya.

Saya tidak memiliki masalah transmisi terbang pada jarak mencapai 2.500 kaki pada saat uji coba. Berdasarkan hal tersebut, maka saya memulai untuk memberikan sentakan dan gerakan berbalik pada video saya. Inspire 2 menggunakan sistem transmisi Lightbridge yang sama yang kita temui pada drone DJI lainnya, maka di area tanpa gangguan Wi-Fi Anda dapat mengharapkan I2 terbang lebih jauh dari setengah mil.

Berdasarkan ukuran dan beratnya, masa pakai baterainya cukup tahan lama. Pada penerbangan selama rata-rata 20 menit dan mencakup jarak sekitar 13.000 kaki, saya mendaratkan Inspire 2 dengan sisa baterai 20 persen. Pada penerbangan dengan gerakan konstan, pada jarak sekitar 19.000 kaki selama 14 menit, Inspire 2 mendarat dengan sisa baterai 37 persen. Bergantung pada tipe penerbangan yang Anda lakukan, Anda dapat mengharapkan sekitar 20 menit atau 25 menit waktu terbang dengan menggunakan Zenmuse X5S. DJI menyatakan bahwa waktu terbang akan lebih lama jika menggunakan Zenmuse X4S.

Ada beberapa fitur keamanan terintegrasi, termasuk fungsi dasar Return-to-Home yang secara otomatis membawa kembali Inspire 2 ke titik asal jika komunikasi antara remot dan aircraft terganggu. RtH juga bisa dipicu secara manual dan sistem penghindar hambatan diaktifkan dalam RtH untuk meminimalisir resiko kecelakaan.

Sensor penghindar hambatan di hidung pesawat mencegah I2 terbang menuju objek, selama aircraft terbang ke arah depan. Sistem dapat mendeteksi objek yang berjarak sejauh 100 kaki. Karena kameranya dapat berputar ke segala arah, Anda harus mencoba terbang ke depan sebanyak mungkin, jika Anda berada di lingkungan dimana tabrakan mungkin terjadi. Terdapat juga sensor IR menghadap atas, namun sensor tersebut memiliki jangkauan yang lebih terbatas yaitu hanya 16 kaki. Sensor pada sisi bawah mendeteksi medan, sehingga akan menyesuaikan ketinggian bukit ketika sedang terbang rendah, dan mengidentifikasi pola dibawah drone untuk menstabilkan ketika terbang di dalam ruangan tanpa stabilisasi GPS. Inspire 2 adalah drone yang besar, sehingga kita tidak dapat melakukan tes terbang di dalam ruangan.

Kualitas Gambar dan Video

Rekaman udara yang didapat dari Zenmuse X5S begitu menakjubkan, bahkan ketika merekam dengan format H.264 lebih rendah. Sensor besar Micro Four Thirds dikombinasikan dengan kemampuan untuk mengganti lensa, benar-benar membuka apa yang dapat Anda lakukan dengan drone. Lensa bawaan menghasilkan bidang pandang yang lebih pendek dibandingkan dengan kebanyakan aircraft, tetapi hanya sedikit, sehingga—itu setara dengan 30mm dalam full-frame.

Saya menerbangkan dengan sepasang lensa berbeda di samping lensa 15mm f/1.7. Lensa Olympus 25mm f/1.8  cukup kecil untuk bekerja dengan gimbal Zenmuse X5S dan memberikan sudut bidang pandang standar. Anda tidak akan mendapatkan pemandangan dari udara, tetapi rasa ketajaman dan gerakan akan meningkat. Saya juga menggunakan Olympus 12mm f / 2 small wide-angle yang diserta cincin fokus manual. Saya mengaturnya pada tak terbatas dan tidak perlu khawatir tentang fokus otomatis selama penerbangan-jika Anda memilih AF, Anda harus menekan layar untuk menetapkan titik fokus.

Satu hal yang harus dicatat dari test rekaman kami, Anda akan melihat beberapa kedipan perubahan pada pencahayaan. Ini memang kesalahan saya, karena pada salah satu penerbangan yang saya lakukan, saya meninggalkan I2 dalam mode Shutter Priority dibandingkan Manual. Sistem pencahayaan otomatis menyesuaikan pengaturan lainnya selama perekaman berdasarkan perubahan pada pemandangan. Untuk menghindari hal ini, lakukan hal yang benar dan atur pencahayaan secara manual.

Gambar diam yang dihasilkan sebaik yang Anda dapat dari kamera Micro Four Thirds di permukaan tanah. Gimbal menjaga lensanya tetap stabil selama pencahayaan, dan ketika Anda beralih ke gambar diam Anda selalu bisa menggunakan kecepatan shutter yang lebih pendek dibandingkan saat merekam video untuk memastikan gambar yang tajam. Saya memilih untuk mengambil gambar dalam format DNG dan JPG secara simultan. Saya mengapresiasi kemampuan untuk bekerja dengan file DNG di Lightroom dan Photoshop untuk mengatur bayangan, kecerahan, dan warna untuk mendapatkan tampilan gambar yang sesuai keinginan saya.

Kesimpulan

 

Ketika dipasangkan dengan kamera Zenmuse X5S, Inspire 2 menghasilkan video terbaik yang pernah kita lihat dari semua drone. Harganya cukup tinggi untuk kebanyakan konsumer, tetapi menjadi pembelian yang tepat jika untuk produksi video dan organisasi berita. Pilihan untuk menggunakan lensa yang berbeda benar-benar membuka opsi yang kreatif dan memberikan rekaman yang tidak terlihat seperti drone lain, dan sensor Micro Four Thirds yang besar memberikan video dengan detail yang tidak bisa Anda dapatkan dengan drone bersensor kecil.

Aircraftnya juga menakjubkan. Terbuat dari material kelas professional, dengan sistem penerbangan yang memiliki banyak kelebihan, fitur penghindar hambatan, dan mendukung untuk kontrol dual operator. Pada mode Sport, I2 terbang dengan kecepatan menakjubkan dan di mode standar ia meluncur dengan cepat dan sangat baik. Jika Anda adalah pekerja proyek professional yang membutuhkan tangkapan video CinemaDNG atau ProRes, inspire 2 adalah plihan yang sangat tepat.

Diolah dari: 

http://sea.pcmag.com/dji-inspire-2/14800/review/dji-inspire-2